
Kasus Keracunan Makanan: Sinyal Bahaya yang Tak Bisa Diabaikan
Keamanan pangan kini menjadi perhatian serius di tingkat nasional dan global. Meningkatnya kasus keracunan makanan serta ketatnya persyaratan ekspor pangan menjadikan sertifikasi ISO 22000 bukan lagi keunggulan tambahan, melainkan kebutuhan mendesak bagi pelaku industri makanan dan minuman di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia mengalami lonjakan kasus keracunan makanan, mulai dari konsumsi makanan olahan di sekolah hingga produk komersial yang tersebar luas. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melaporkan bahwa lebih dari 20% kasus keracunan massal di Indonesia terjadi akibat makanan yang tidak memenuhi standar kebersihan dan pengolahan. Contoh nyata:
- Pada 2023, lebih dari 100 siswa di Sukabumi mengalami keracunan massal akibat konsumsi makanan ringan berbahan baku yang tidak tersertifikasi.
- Di tahun yang sama, ditemukan kontaminasi mikroba berbahaya dalam produk olahan daging di Jawa Timur yang telah dipasarkan secara nasional.
Masalah seperti ini tidak hanya mengancam kesehatan publik, tetapi juga merusak reputasi bisnis, membuka potensi tuntutan hukum, dan menghambat peluang ekspor.
Baca juga: Kenapa Perusahaan Besar Tidak Cukup Hanya Punya Izin BPOM?
Mengapa ISO 22000 Menjadi Semakin Mendesak?
1. Menurunkan Risiko Keracunan dan Kontaminasi
Dengan pendekatan sistematis dan berbasis data, ISO 22000 membantu organisasi:
- Mengidentifikasi bahaya mikrobiologis, kimia, dan fisik
- Menetapkan titik kendali kritis (CCP)
- Memastikan pengendalian risiko dilakukan secara konsisten dan terdokumentasi
2. Memenuhi Persyaratan Regulasi dan Audit Eksternal
Banyak instansi pemerintah, termasuk BPOM dan Badan Pangan Nasional, mendorong adopsi standar manajemen pangan sebagai dasar kepatuhan hukum.
3. Meningkatkan Kepercayaan Konsumen dan Mitra Bisnis
Sertifikasi ISO 22000 menjadi bukti komitmen perusahaan terhadap keamanan produk, faktor penting dalam memenangkan kepercayaan pelanggan dan menjalin kerja sama dengan pasar global.
4. Meningkatkan Daya Saing Ekspor
Negara-negara dengan sistem pengawasan ketat, seperti Jepang dan Uni Eropa, sering kali menjadikan ISO 22000 atau FSSC 22000 sebagai prasyarat masuknya produk pangan. Tanpa sertifikasi ini, peluang ekspor bisa tertutup.
Keamanan Pangan Penentu Masa Depan Bisnis
Dalam iklim industri pangan yang semakin kompetitif dan diawasi ketat, mengabaikan standar keamanan pangan berarti mengambil risiko besar terhadap bisnis Anda. Bersama Top Pangan Consulting, kami siap mendampingi perusahaan Anda dalam proses penerapan sistem ISO 22000, pelatihan HACCP & FSMS, hingga integrasi sistem manajemen pangan dengan standar lain seperti ISO 9001 dan ISO 14001. Hubungi Top Pangan Consulting sekarang untuk langkah awal menuju sertifikasi ISO 22000, klik di sini!