BPA Diperketat, Apakah Kemasan Pangan Anda Sudah Teruji Sesuai Standar Baru BPOM No. 11/2026?

BPOM resmi memperketat ambang batas migrasi BPA dari 0,6 mg/kg menjadi 0,05 mg/kg. Perubahan ini bukan sekadar penyesuaian angka, melainkan pergeseran standar keamanan kemasan yang berdampak pada investasi alat, pemilihan supplier, hingga akses pasar ekspor.
Era Baru Keamanan Kemasan, Apa yang Berubah?
Melalui Peraturan BPOM Nomor 11 Tahun 2026 tentang Kemasan Pangan yang menggantikan Peraturan No. 20 Tahun 2019, pemerintah mengambil langkah tegas untuk melindungi konsumen, terutama kelompok rentan.
Terdapat 3 pilar perubahan utama yang wajib dipahami produsen sebagai berikut ini:
- Ambang batas yang diperketat: Migrasi spesifik BPA kini 12 kali lebih ketat. Sebagai catatan, migrasi spesifik ini mengukur berapa banyak zat yang berpindah ke makanan, bukan sekadar kandungan di dalam plastik.
- Melindungi kelompok rentan: Larangan total penggunaan BPA pada kemasan yang bersentuhan langsung dengan produk bayi dan anak dengan usia di bawah 3 tahun.
- Protokol Uji kemasan guna ulang: Untuk kemasan plastik yang digunakan berulang (seperti galon PC), pengujian migrasi kini wajib dilakukan tiga kali berturut-turut untuk memastikan kestabilan material selama siklus pemakaian.
Bukan Sekadar Masalah Galon
Banyak narasi publik yang hanya berfokus pada air minum dalam kemasan (AMDK) namun perlu menjadi perhatian bahwa Peraturan BPOM 11/2026 jauh lebih luas. Aturan ini berlaku untuk:
- Plastik & Kemasan Multilapis (Sachet): Termasuk lapisan dalam kaleng (coating).
- Logam dan Paduan Logam: Lapisan pelindung pada makanan kaleng sering kali mengandung resin berbasis BPA.
- Kertas, Karton, Gelas, dan Keramik: Semua zat kontak pangan yang digunakan harus ada dalam daftar "Zat Positif" BPOM.
Jika Anda produsen menggunakan zat di luar daftar tersebut, maka diwajibkan memiliki persetujuan tertulis dari Kepala BPOM.
Analisis Risiko serta Dampak Kesehatan & Data Post-Market
Mengapa BPOM begitu ketat? Data post-market Januari 2022 menunjukkan bahwa 33% sampel galon di jalur distribusi memiliki migrasi BPA yang mendekati ambang bahaya. Riset juga membuktikan bahwa bayi usia 6-11 bulan memiliki risiko paparan 2,4x lebih tinggi dibanding dewasa. Sebagai produsen, kegagalan memenuhi standar ini bukan hanya risiko sanksi, tapi risiko reputasi jangka panjang.
Dua Tenggat Waktu yang Berjalan Paralel
Produsen di Indonesia harus menavigasi dua regulasi sekaligus:
- April 2028: Kewajiban label "Berpotensi Mengandung BPA" pada AMDK polikarbonat (Sesuai Peraturan BPOM No. 6 Tahun 2024).
- 1 Juli 2031: Batas migrasi 0,05 mg/kg berlaku penuh secara menyeluruh.
Catatan Kritis: Jadwal rinci penahapan saat ini masih berupa Rancangan Surat Keputusan Kepala BPOM. Produsen disarankan untuk tidak menunda investasi hingga 2030, karena ketersediaan material pengganti dan slot uji laboratorium akan menjadi sangat kompetitif (rebutan) menjelang deadline.
Perbedaan Standar Lokal dan Uni Eropa (Penting untuk Eksportir)
Jika produk Anda ditujukan untuk pasar ekspor, memenuhi batas BPOM (0,05 mg/kg) tidaklah cukup, karena Anda perlu memperhatikan syarat berikut ini::
- Indonesia: Mengatur batasan jumlah migrasi (masih memperbolehkan penggunaan BPA dengan batasan yang ketat).
- Uni Eropa (EU): Melalui Commission Regulation (EU) 2024/3190, Uni Eropa melarang total penggunaan BPA pada material yang bersentuhan dengan pangan. Masa transisi utama berakhir pada 20 Juli 2026.
Artinya, untuk pasar Eropa, solusinya bukan lagi menguji angka migrasi, melainkan reformulasi total material kemasan agar memenuhi standar Eropa.
Langkah Mitigasi Apa yang Harus Dilakukan Sekarang?
- Inventory Audit: Lakukan pendataan kembali pada semua material kemasan dan zat kontak pangan. Pastikan semuanya sesuai dengan Positive List BPOM.
- Validasi Supplier: Jangan hanya menerima pernyataan "aman". Minta hasil uji migrasi terbaru yang menggunakan food simulant yang relevan (misal: Asam Asetat 3% untuk pangan asam atau Etanol 10-50% untuk pangan berlemak).
- Verifikasi Akreditasi Lab: Pastikan laboratorium mitra Anda memiliki ruang lingkup akreditasi spesifik untuk pengujian migrasi BPA, bukan hanya uji kimia umum.
- Prioritaskan Lini Produk Anak: Jika Anda memiliki lini produk bayi/anak, ini adalah prioritas utama untuk segera dilakukan penggantian material.
FAQ Singkat
- Apakah Galon PC Dilarang? Jawabannya Tidak, namun batas migrasinya yang diperketat, kecuali untuk produk kategori bayi/anak dilarang.
- Apa Perbedaan Migrasi Total & Spesifik? Migrasi total mengukur kuantitas keseluruhan zat yang berpindah. Migrasi spesifik (seperti BPA) mengukur zat tertentu yang memiliki risiko kesehatan spesifik.
Butuh Pendampingan Regulasi Kemasan?
Mengubah spesifikasi kemasan melibatkan perubahan lini produksi, pemilihan pemasok baru, hingga pengujian ulang yang kompleks. Jangan biarkan ketidakpastian regulasi menghambat operasional bisnis Anda.
Top Pangan Consulting membantu Anda melakukan audit kepatuhan kemasan, verifikasi hasil lab, hingga strategi transisi material agar sesuai dengan standar BPOM maupun standar Global. Jadwalkan konsultasi gratis bersama konsultan profesional kami yang akan membimbing sepenuh hati.