Top Pangan Consulting
  • Beranda
  • Tentang
    • Konsultasi
    • Pelatihan
    • Audit
  • Artikel
Hubungi Kami

Strategi Sukses Perusahaan Gula Aren dengan Sertifikasi Penting

Indonesia mengkonsumsi lebih dari 7 juta ton gula putih per tahun, namun hanya sekitar 50–60 % diproduksi secara lokal. Sisanya masih bergantung pada impor. Dalam konteks ini, gula aren mulai menonjol sebagai alternatif yang lebih sehat dan berkelanjutan karena memiliki indeks glikemik rendah (sekitar 35 vs gula pasir 60–70) dan kaya nutrisi.

Komoditas gula aren pun menunjukkan potensi ekspor yang meningkat. Sepanjang Januari–Oktober 2024, nilai ekspornya naik 9,79 % menjadi USD 58,01 juta, dengan volume mencapai 31,41 ribu ton. Di berbagai kafe dan restoran, minuman seperti kopi susu dengan gula aren menjadi tren populer, mencerminkan selera konsumen yang mulai beralih ke pemanis alami.

Sertifikasi Penting untuk Perusahaan Gula Aren

Gula aren kini menjadi primadona alternatif sehat di pasar lokal dan global. Indonesia memang masih mengimpor banyak gula putih. Konsumsi lebih dari 7 juta ton per tahun, dengan produksi lokal hanya mencukupi 50–60 % saja. Keunggulan gula aren semakin terlihat karena memiliki indeks glikemik rendah (sekitar 35) dan kandungan nutrisi yang lebih beragam. Ditambah lagi, ekspor gula aren meningkat signifikan: naik 9,79 % (USD 58,01 juta) sepanjang Januari–Oktober 2024. Untuk menangkap momentum ini, perusahaan gula aren perlu mengantongi beberapa sertifikasi strategis:

  1. Indikasi Geografis (IG)
    Memberi nilai tambah khas berdasarkan asal daerah. Contohnya, Gula Aren Tuana Tuha di Kutai Kartanegara resmi mendapatkan IG, meningkatkan daya saing dan kredibilitas.
  2. Sertifikat Halal
    Krusial bagi pasar domestik dengan mayoritas muslim serta ekspor. Karena Sertifikasi Halal memastikan produk aman dan sesuai syariat.
  3. Sertifikasi Organik
    Menjamin produk bebas pestisida dan bahan sintetis. Banyak produsen gula aren organik, seperti di Sukabumi dan Cianjur yang telah memiliki sertifikat organik dari Icert International.
  4. HACCP / Sertifikat Keamanan Pangan
    Penting untuk memastikan kualitas dan keamanan sepanjang rantai produksi, menghindari bahaya biologis, kimia, atau fisik.

Kesimpulan

Dengan konsumsi domestik yang tinggi dan ekspor yang terus naik, gula aren sedang berada di puncak peluang pasar. Untuk memanfaatkan potensi ini, perusahaan perlu memperkuat reputasi melalui sertifikasi IG, Halal, Organik, dan HACCP. Top Pangan Consulting siap membantu Anda menerapkan semua tahapan. Dari audit awal hingga pendampingan sertifikasi. Klik di sini untuk konsultasi awal secara gratis!

Latest Posts

  • Angka Kecukupan Gizi pada Produk Kemasan yang Beredar di Indonesia
  • Strategi Sukses Perusahaan Gula Aren dengan Sertifikasi Penting
  • Tanpa ISO 22000, Industri Pangan Indonesia Terancam Tertinggal
  • Kenapa Perusahaan Besar Tidak Cukup Hanya Punya Izin BPOM?
  • Mengelola Risiko Rantai Pasok Global: Peran Strategis ISO 22000 dalam Food Defense & Food Fraud

Categories

  • BPOM
  • FnB
  • halal
  • Tren Konsumen
  • Uncategorized

Tags

HACCP HACCP untuk UMKM Kemanan Pangan Pangan Berkelanjutan Sertifikasi HACCP Sistem Keamanan Pangan Standar Keamanan Pangan Teknologi Pangan

Top Pangan Consulting

 Yogyakarta Office
Jalan Dladan No. 98, Tamanan, Banguntapan, Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta 55191

Jakarta Office
Jalan Mampang Prapatan Raya No.73A, Lantai 3
Jakarta Selatan 12790

Follow Us

  • Facebook
  • Instagram
  • LinkedIn
  • YouTube

Company

Beranda

Tentang

Konsultasi

Tentang

Layanan

BPOM

HALAL

HAS 23000

GMP

ISO 22000

HACCP

FSSC 22000

BRCGS

ISO 22716

ISO 17025

Hubungi Kami

Email: info@toppanganconsulting.com

Telepon/WA:
(021) – 50110202
+62 821 3683 5438


Training Form

Please enable JavaScript in your browser to complete this form.
Full Name
Email *
Telepon / Whatsapp
Intansi
Participant
Loading

WhatsApp us