image-1783311644488-256880287.jpg
Standart

PAS 96:2026: Ketika Lanskap Ancaman terhadap Industri Pangan Berubah Total

6 Juli 2026

PAS 96:2026: Ketika Lanskap Ancaman terhadap Industri Pangan Berubah Total


Sembilan tahun lalu, ancaman siber menempati urutan ketujuh dalam daftar risiko yang diwaspadai industri pangan global. Di PAS 96:2026, posisinya melompat ke urutan kedua tepat di bawah ancaman kontaminasi yang disengaja untuk mencelakai (food terrorism). Satu fakta kecil ini saja sudah cukup menjelaskan mengapa revisi besar PAS 96 tahun 2026 layak menjadi perhatian serius setiap pelaku bisnis pangan, bukan hanya tim quality assurance.

PAS 96 panduan food defence yang pertama kali terbit tahun 2008 dan sudah lama menjadi rujukan global untuk pendekatan TACCP (Threat Assessment Critical Control Points) baru saja mengalami revisi paling signifikan sejak edisi 2017. Dokumen yang semula hanya 48 halaman kini membengkak menjadi lebih dari 70 halaman, sebuah sinyal jelas bahwa lanskap ancaman yang harus diantisipasi industri pangan sudah jauh lebih kompleks dari satu dekade lalu.

Dari Ancaman Tunggal ke Ancaman Berlapis

Perluasan lanskap ancaman dalam PAS 96:2026 dibangun di atas empat pengakuan realitas baru yang tidak ada atau belum menonjol di edisi sebelumnya.

Pertama, meningkatnya risiko serangan siber. Sistem produksi pangan modern kini bertumpu pada teknologi informasi (IT) dan teknologi operasional (OT) yang saling terhubung mulai dari sistem manajemen gudang hingga jalur produksi otomatis. PAS 96:2026 secara eksplisit memasukkan ketahanan siber sebagai bagian inti food protection, lengkap dengan contoh nyata teknik serangan seperti ransomware, serangan DDoS, hingga penipuan berbasis siber yang menyasar rantai pasok pangan.

Kedua, lanskap ancaman pasca-Covid yang membongkar kerapuhan rantai pasok global. Pandemi dan konflik geopolitik seperti perang Ukraina memperlihatkan betapa rentannya rantai pasok pangan internasional terhadap gangguan mendadak dari penutupan perbatasan hingga kelangkaan bahan baku. PAS 96:2026 kini secara khusus mendorong bisnis pangan mempertimbangkan geopolitik, konflik, dan perang sebagai faktor yang memengaruhi tingkat ancaman, bukan sekadar risiko operasional biasa.

Ketiga, dampak perubahan iklim yang memicu kelangkaan bahan. Krisis iklim tidak lagi dipandang sebagai isu lingkungan yang terpisah dari food defence. Ketika cuaca ekstrem mengganggu panen atau membuat bahan baku tertentu langka, insentif untuk melakukan pemalsuan pangan (economically motivated adulteration) justru meningkat semakin langka dan mahal suatu bahan, semakin besar godaan untuk mengganti atau mengencerkannya secara ilegal.

Keempat, efek tren "go-green", carbon neutral, net-zero, dan pengurangan food waste. Ini adalah salah satu tambahan paling menarik dalam PAS 96:2026. Standar ini mengakui bahwa tekanan bisnis untuk tampil ramah lingkungan dan berkelanjutan justru bisa membuka celah kerentanan baru mulai dari klaim keberlanjutan palsu, penggunaan bahan daur ulang atau alternatif yang tidak terverifikasi asal-usulnya, hingga rantai pasok yang lebih rumit karena mengejar sumber bahan yang "lebih hijau" namun kurang teraudit.

Bukan Sekadar Dokumen Kepatuhan, Tapi Peta Risiko Bisnis

Yang membuat PAS 96:2026 relevan secara bisnis bukan hanya teknis adalah pendekatannya yang kini menyatukan food defence, ketahanan siber, dan keaslian pangan (mitigasi food fraud) dalam satu kerangka food protection yang utuh. Struktur TACCP pada edisi ini juga diselaraskan dengan siklus Plan-Do-Check-Act, sehingga lebih mudah diintegrasikan dengan sistem manajemen mutu dan keamanan pangan yang sudah berjalan, seperti ISO 22000.

Bagi pelaku bisnis pangan dari produsen skala UMKM hingga eksportir besar pesannya jelas: ancaman terhadap bisnis pangan hari ini datang dari empat arah sekaligus: dunia siber, geopolitik global, krisis iklim, dan tekanan pasar untuk berkelanjutan. Mengabaikan salah satu di antaranya berarti membiarkan satu pintu tetap terbuka bagi pelaku kejahatan pangan.

Momentum untuk Memperbarui Program Food Defence

PAS 96:2026 bukan sekadar dokumen yang perlu dibaca sekali lalu disimpan. Ia adalah peta risiko baru yang layak menjadi dasar peninjauan ulang program TACCP, kebijakan keamanan siber operasional, dan strategi klaim keberlanjutan setiap bisnis pangan sebelum celah-celah baru ini justru ditemukan lebih dulu oleh pihak yang berniat jahat.

Top Pangan Consulting membuka konsultasi GRATIS dan hadir sebagai konsultan ISO yang mendampingi perusahaan pangan dari titik nol hingga siap diverifikasi. Layanan kami mencakup gap assessment, penyusunan sistem manajemen keamanan pangan (ISO 22000), sistem manajemen lingkungan (ISO 14001), perhitungan jejak karbon (ISO 14064), penyelarasan dengan regulasi dan tuntutan ekspor, hingga persiapan sertifikasi dan pelaporan keberlanjutan (ESG).

Jika perusahaan Anda mulai menerima pertanyaan soal jejak karbon, ketertelusuran, atau keberlanjutan dari buyer dan regulator, itu tandanya waktu yang tepat untuk mulai. Hubungi Top Pangan Consulting untuk sesi konsultasi ISO awal, dan ubah tuntutan keberlanjutan menjadi keunggulan kompetitif perusahaan Anda.

Klik link berikut untuk konsultasi gratis.


Keywords

PAS 96:2026food defencelanskap ancaman industri panganHACCPFSSCISO 22000Konsultan Keamanan PanganTraining Keamanan Pangan