image-1763699966756-868110803.jpg
Regulasi

Peran Laboratorium Terakreditasi ISO/IEC 17025 dalam Validasi Produk Pangan

21 November 2025

Industri pangan menghadapi tantangan besar dalam memastikan keamanan dan mutu produk sebelum dipasarkan. Setiap produk yang dilepas ke konsumen harus terbukti aman melalui proses pengujian yang dapat dipertanggungjawabkan. Di tengah meningkatnya tuntutan regulasi dan kesadaran konsumen, penggunaan laboratorium yang terakreditasi ISO/IEC 17025 menjadi standar penting yang semakin banyak diandalkan pelaku industri pangan.


Apa Itu Laboratorium Terakreditasi ISO/IEC 17025?

ISO/IEC 17025 adalah standar internasional yang menetapkan persyaratan kompetensi bagi laboratorium pengujian dan kalibrasi. Laboratorium yang telah terakreditasi berarti telah terbukti memiliki kemampuan teknis, personel yang kompeten, peralatan yang terkalibrasi, serta sistem manajemen mutu yang memastikan hasil uji akurat dan konsisten. Di Indonesia, proses akreditasi dilakukan oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), sehingga laboratorium yang sudah dinyatakan kompeten dapat memberikan hasil uji yang diakui secara nasional maupun internasional.

Baca juga: Kaitan Antara GMP dan HACCP Sebagai Dua Pilar Utama Sistem Produksi yang Aman


Mengapa ISO/IEC 17025 Penting untuk Validasi Produk Pangan?

Validasi produk pangan memerlukan data ilmiah yang tidak bisa ditawar tingkat akurasinya. Laboratorium terakreditasi ISO/IEC 17025 memastikan setiap proses pengujian mengikuti metode yang terstandar dan tervalidasi, mulai dari pengujian mikrobiologi, kimia, fisik, hingga nutrisi. Hasil uji dari laboratorium terakreditasi juga mempermudah perusahaan memenuhi regulasi seperti BPOM, HACCP, dan ISO 22000.


Selain itu, hasil uji yang kredibel mengurangi risiko produk ditolak, klaim produk tidak terbukti, hingga kejadian recall akibat kontaminasi atau ketidaksesuaian mutu. Bagi perusahaan yang menargetkan pasar ekspor, penggunaan laboratorium terakreditasi menjadi nilai tambah yang meningkatkan kepercayaan buyer dan auditor internasional. Laboratorium ini juga berperan dalam mendukung verifikasi titik kendali kritis (CCP) di sistem HACCP serta memastikan keamanan pangan secara menyeluruh.


Manfaat Penggunaan Laboratorium Terakreditasi bagi Industri Pangan

Dengan menggunakan laboratorium terakreditasi, perusahaan memperoleh konsistensi hasil uji dan meminimalkan risiko misinterpretasi data. Hal ini sangat membantu tim quality control dalam memastikan mutu produksi setiap batch tetap terjaga. Laboratorium terakreditasi juga mendukung kegiatan research and development dengan memberikan data yang presisi untuk pengembangan produk baru. Di samping itu, hasil uji yang diakui secara internasional mempermudah proses audit, sertifikasi, hingga pemasaran produk ke berbagai negara. Keakuratan data dari laboratorium terakreditasi memperkuat sistem keamanan pangan perusahaan dan memberikan jaminan tambahan bagi konsumen dan mitra bisnis.

Baca juga: Mengapa ISO/IEC 17025 Penting bagi Industri Pangan dan Farmasi?


Peran Top Pangan Consulting

Top Pangan Consulting hadir untuk membantu industri memahami standar laboratorium, memilih laboratorium terakreditasi yang tepat, serta memastikan proses validasi berjalan optimal. Selain itu, kami juga mendampingi penerapan sistem keamanan pangan seperti HACCP, GMP, dan ISO 22000 agar perusahaan dapat memenuhi persyaratan pengujian dengan lebih efektif dan terstruktur. Validasi produk pangan bukan hanya kewajiban regulasi, tetapi juga bentuk tanggung jawab terhadap konsumen. Pastikan produk diuji di laboratorium yang kredibel dan terakreditasi. Untuk pendampingan validasi produk dan keamanan pangan, hubungi Top Pangan Consulting dan dapatkan konsultasi awal secara gratis.


Keywords

ISO/IEC 17025laboratoriumhaccpvalidasi produk pangankeamanan panganpengujian panganlaboratorium panganGMPISO 22000