
Ketahui Regulasi yang Wajib Dimiliki Jika Ingin Ekspor Produk ke India dan Italia
India dan Italia merupakan dua pasar potensial bagi produk pangan asal Indonesia. Namun, di balik peluang besar tersebut terdapat berbagai regulasi ketat yang wajib dipenuhi agar produk dapat diterima secara legal dan aman di negara tujuan.
Produsen dan eksportir tidak hanya dituntut untuk memenuhi standar mutu internal, tetapi juga harus memahami persyaratan administratif, keamanan pangan, pelabelan, hingga persetujuan dari otoritas setempat. Berikut adalah panduan ringkas namun komprehensif mengenai regulasi penting yang perlu diperhatikan jika ingin mengekspor produk pangan ke India dan Italia.
Baca juga: Checklist Lengkap Dokumen Ekspor Pangan Olahan Indonesia Berdasarkan Regulasi BPOM
Regulasi Ekspor Pangan ke India
Produsen pangan Indonesia yang ingin mengekspor produk ke India harus memastikan bahwa mitra importir di India telah terdaftar secara resmi dan memenuhi persyaratan hukum setempat. Beberapa persyaratan utama yang harus dipenuhi antara lain:
- Legalitas Importir di India
Importir wajib memiliki Importer Exporter Code (IE Code), Pendaftaran Pajak Pertambahan Nilai (VAT), Lisensi FSSAI (Food Safety and Standards Authority of India). Jika produk termasuk kategori non-standar, maka perlu ada persetujuan khusus dari FSSAI sebelum produk masuk ke pasar. - Dokumen Wajib Ekspor
Eksportir perlu menyiapkan beberapa dokumen penting, di antaranya Sertifikat Negara Asal (Certificate of Origin), Lisensi FSSAI dari pihak importir, Daftar bahan (ingredient list), Contoh label produk, Bill of Entry yang diajukan melalui sistem Food Import Clearance System (FICS). Semua dokumen ini akan diperiksa menggunakan sistem berbasis risiko. - Proses Pemeriksaan di Pelabuhan
Setibanya di pelabuhan India, akan dilakukan pengambilan sampel produk, pengujian di laboratorium yang terakreditasi NABL. Jika memenuhi standar, maka akan diterbitkan No Objection Certificate (NOC). Jika tidak sesuai, maka akan diterbitkan Non-Conforming Report (NCR) yang dapat menyebabkan penolakan atau penarikan produk. - Standar Keamanan Pangan India
Seluruh produk pangan wajib mematuhi Food Safety and Standards Act, yang mencakup proses produksi, penyimpanan, distribusi, dan proses impor. Untuk produk tertentu seperti ikan, susu, daging, dan madu, dibutuhkan sertifikasi tambahan dari Export Inspection Council (EIC). - Ketentuan Label Produk
Label harus memuat informasi berikut nama produk, daftar bahan, alamat produsen, nomor batch, masa simpan, peringatan atau instruksi penggunaan.
Regulasi Ekspor Pangan ke Italia (Uni Eropa)
Italia, sebagai bagian dari Uni Eropa, menetapkan standar keamanan pangan yang sangat ketat dan berbasis pada regulasi harmonis di seluruh negara anggota. Apa saja yang perlu ditaati?
- Kepatuhan terhadap Regulasi Uni Eropa
Eksportir wajib mematuhi General Food Law (Regulation (EC) No 178/2002) yang mengatur keamanan pangan, sistem ketertelusuran (traceability), penerapan prinsip HACCP, tanggung jawab produsen di seluruh rantai pasok. - Persyaratan Label Uni Eropa
Setiap produk yang masuk ke pasar Italia wajib memiliki label (dalam bahasa Italia) yang mencakup nama produk, daftar bahan, informasi nutrisi, dan kandungan alergen. - Sertifikat Kesehatan
Untuk produk asal hewan atau berisiko tinggi, wajib disertakan sertifikat kesehatan dari otoritas berwenang di negara asal. Selain itu, pemerintah Italia melalui Kementerian Kesehatan dapat mewajibkan waiver pra-kedatangan yang mencakup berat kiriman, pelabuhan masuk, tujuan penggunaan produk. - Pengendalian Risiko Kontaminasi
Produsen wajib mengendalikan potensi kontaminasi mikrobiologi, kontaminasi kimia, termasuk dari bahan kemasan. Penerapan HACCP menjadi persyaratan utama untuk memastikan keamanan produk sejak dari bahan baku hingga produk akhir. - Proses Pemeriksaan di Italia
Meskipun produk hanya transit di Italia dalam kontainer bersegel, otoritas setempat tetap berhak melakukan pemeriksaan dokumen dan fisik jika diperlukan. Selain regulasi Uni Eropa, eksportir juga harus memperhatikan standar tambahan dari MAFF/MAAF Ministry of Agriculture, Food Sovereignty, and Forests Italia.
Mengapa Memahami Regulasi Ini Sangat Penting?
Ketidaksesuaian terhadap regulasi ekspor dapat mengakibatkan penolakan di pelabuhan tujuan, penarikan produk (recall), kerugian finansial, kerusakan reputasi merek di pasar internasional. Oleh karena itu, memastikan seluruh persyaratan dipenuhi sebelum produk dikirim menjadi langkah krusial dalam strategi ekspor pangan.
Top Pangan Consulting dapat membantu bisnis Anda dalam identifikasi regulasi tujuan ekspor di India dan Italia, pendampingan penerapan HACCP dan sistem keamanan pangan, review dan perbaikan label sesuai standar internasional, persiapan dokumen ekspor, gap analysis sebelum audit atau inspeksi. Dengan pendampingan yang tepat, proses ekspor menjadi lebih terstruktur, aman, dan sesuai regulasi. Konsultasi sekarang dengan klik link berikut!