image-1766163553327-353316057.jpg
Regulasi

Pentingnya Regulasi Keamanan Pangan dalam Program MBG untuk Mencegah Keracunan Massal

19 Desember 2025

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kecukupan gizi peserta didik dan kelompok rentan. Namun, besarnya skala program ini yang melibatkan jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia menuntut standar keamanan pangan yang ketat. Tanpa regulasi yang jelas dan kepatuhan dari seluruh pihak, risiko insiden keracunan massal dapat meningkat secara signifikan.


Di sinilah urgensi penerapan regulasi keamanan pangan menjadi sangat krusial. Ketika proses pengadaan, penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi makanan tidak dikendalikan dengan benar, konsekuensinya tidak hanya berdampak pada kesehatan peserta MBG, tetapi juga dapat mengganggu kepercayaan publik terhadap program nasional ini.


Baca juga: Checklist Lengkap Dokumen Ekspor Pangan Olahan Indonesia Berdasarkan Regulasi BPOM


Mengapa Regulasi Keamanan Pangan Sangat Penting dalam Program MBG?

1. Volume Produksi yang Besar Meningkatkan Risiko Kontaminasi
Program MBG membutuhkan makanan dalam jumlah masif setiap hari. Skala besar ini berpotensi membuka celah kontaminasi biologis, kimia, maupun fisik jika tidak dikawal dengan sistem keamanan yang terstandar. Regulasi keamanan pangan membantu memastikan semua proses memiliki batasan, prosedur, dan titik kendali yang jelas.

2. Sumber Pemasok Bervariasi, Kualitas Harus Seragam
MBG melibatkan banyak penyedia jasa boga dan UMKM pangan. Tanpa standar keamanan yang sama, kualitas setiap makanan bisa berbeda-beda. Regulasi seperti standar Higiene Sanitasi, CPPOB, dan sertifikasi kelayakan menjadi alat untuk menyeragamkan kualitas produk pangan di seluruh daerah.

3. Perlindungan Kesehatan Peserta Didik dan Kelompok Rentan
Anak-anak adalah kelompok yang lebih rentan terhadap penyakit bawaan makanan. Keracunan pangan dapat menyebabkan gangguan kesehatan jangka pendek hingga komplikasi serius. Regulasi keamanan pangan memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi memenuhi standar aman, bersih, dan layak.

4. Mencegah Keracunan Massal dan Menjaga Kepercayaan Publik
Insiden keracunan massal bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga reputasi. Program sebesar MBG harus memastikan setiap makanan yang disajikan bebas dari risiko penyakit bawaan pangan. Kepatuhan pada regulasi adalah cara paling efektif untuk mencegah kejadian tersebut.


Regulasi Keamanan Pangan yang Relevan untuk Program MBG

  • Peraturan BPOM tentang Hygiene Sanitasi Jasaboga
    Mengatur kondisi fasilitas, peralatan, tenaga kerja, hingga prosedur pengolahan yang higienis.
  • Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB)
    Menjamin makanan diproduksi sesuai standar mutu dan keamanan.
  • Standar Keamanan Pangan Daerah & SOP Operasional
    Termasuk tata cara pengadaan bahan baku, pemeriksaan mutu, hingga distribusi.
  • Persyaratan Rantai Dingin (Cold Chain)
    Khusus untuk pangan yang mudah rusak seperti protein hewani, sayuran segar, atau produk olahan.


Dengan memahami regulasi ini, penyedia jasa boga dalam program MBG dapat memastikan setiap makanan yang disajikan aman dan konsisten sesuai standar nasional. Sebagai konsultan keamanan pangan, Top Pangan Consulting mendampingi proses yang diperlukan untuk menciptakan pangan tetap aman. Mulai dari proses audit dan pemetaan risiko keamanan pangan, penyusunan SOP dan implementasi regulasi, pelatihan higiene sanitasi dan praktik produksi pangan aman, pendampingan sertifikasi (HACCP, CPPOB, NKV, dll), hingga sistem pengawasan mutu dan kontrol internal. Jika ingin konsultasi awal secara gratis untuk pendampingan, klik di sini!



Keywords

regulasikeamanan panganregulasi keamanan panganmbgregulasi mbgiso 22000